Nenny Mardaeny

NENNY MARDAENY

105104062

PBSI C 2010

 

  1. Pertanyaan:

Yang manakah lebih dahulu, apakah berbahasa dulu kemudian berpikir, ataukah berpikir terlebih dahulu kemudian berbahasa?

Jawaban:

Menurut saya, berbahasa lebih dahulu kemudian berpikir karena bahasalah yang memengaruhi pikiran manusia. Hal ini sejalan dengan teori Wilhelm Von Humboldt yang menekankan adanya ketergantungan pemikiran manusia pada bahasa. Maksudnya, pandangan hidup manusia ditentukan oleh bahasa manusia itu sendiri. Jika seseorang ingin mengubah pandangan hidupnya, maka dia harus mempelajari dulu satu bahasa lain. Dengan demikian dia akan menganut cara berpikir masyarakat bahasa lain. Selain itu, Edward Sapir (1884-1939) linguis Amerika memiliki pendapat yang hampir sama dengan Von Humboldt. Sapir mengatakan bahwa manusia hidup di dunia ini di bawah “belas kasih” bahasanya yang telah menjadi alat pengantar dalam kehidupannya bermasyarakat. Menurutnya, telah menjadi fakta bahwa kehidupan suatu masyarakat sebagian “didirikan” diatas tabiat-tabiat dan sifat-sifat bahasa itu. Karena itulah, tidak ada dua buah bahasa yang sama sehingga dapat dianggap mewakili satu masyarakat yang sama. Bahkan, Benjamin Lee Whorf (1897-1941), juga sejalan dengan Von Humboldt dan gurunya, Edward Sapir. Whorf menyatakan bahwa bahasa menentukan pikiran seseorang sampai kadang-kadang bisa membahayakan dirinya sendiri. Untuk memperkuat hipotesisnya, Whorf mengambil contoh Bangsa Jepang. Orang Jepang mempunyai pikiran yang sangat tinggi karena orang Jepang mempunyai banyak kosa kata dalam mejelaskan sebuah realitas. Hal ini membuktikan bahwa mereka mempunyai pemahaman yang mendetail tentang realitas.

 

  1. Pertanyaan:

Betulkah yang dikatakan Gorys Keraf (1997)?

Jawaban:

Menurut Gorys Keraf (1997: 1), “Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.” Menurut saya, yang dikatakan Gorys Keras kurang tepat karena jika hanya menekankan bahwa bahasa adalah simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia maka, dengan kata lain, bunyi-bunyi seperti “sst” dan “hm” merupakan suatu bahasa. Sedangkan yang kita ketahui bahwa kedua bunyi tersebut bukanlah bahasa karena tidak memiliki makna sama sekali. Karena bahasa merupakan sistem bunyi yang keluar dari alat ucap manusia dan mempunyai makna.

 

  1. Pertanyaan:

Apakah bahasa bayi, hewan, seorang tunawicara, bunyi klakson, dan bunyi bedug termasuk bahasa?

Jawaban:

Menurut saya, bahasa bayi, hewan, seorang tunawicara, bunyi klakson, dan bunyi bedug bukanlah sebuah bahasa. Karena seperti yang telah kita ketahui bahwa bahasa merupakan sistem bunyi yang keluar dari alat ucap manusia dan mempunyai makna, maka walaupun bahasa bayi merupakan sistem bunyi yang keluar dari alat ucap manusia, tetapi sistem bunyi tersebut tidaklah bermakna. Sehingga tidak termasuk bahasa. Hanya saja, jika mengaitkannya dengan teori Gorys Keraf (1997), maka bahasa bayi merupakan suatu bahasa karena walaupun tidak memiliki makna, tapi bahasa bayi tersebut merupakan system bunyi yang keluar dari alat ucapnya.

Sejalan dengan pengertian tentang bahasa, bahasa hewan sudah jelas bukanlah suatu bahasa, karena hewan berinteraksi dengan sesamanya hanya menggunakan insting yang dimilikinya.

Seorang tunawicara pun demikian, mereka berkomunikasi dengan orang lain dengan menggunakan isyarat dan bukan merupakan bahasa. Suatu komunikasi yang mereka lakukan hanya dapat dimengerti oleh orang-orang yang mengetahui isyarat yang mereka gunakan. Hanya saja, jika dikaitkan dengan teori Gorys Keraf (1997) maka seorang tunawicara dapat dikatakan berbahasa karena mereka mampu menghasilkan bunyi walaupun tidak dapat dimengerti oleh manusia normal.

Bunyi klakson dan bunyi bedug, bukanlah sebuah bahasa tetapi merupakan suatu tanda. Terdengarnya bunyi klakson dari sebuah kendaraan bermotor menjadi tanda bahwa pengendara kendaraan bermotor tersebut ingin melewati pejalan kaki di depannya, atau dengan alasan lainnya. Sedangkan, terdengarnya bunyi bedug dari sebuah mesjid menjadi tanda bahwa waktu salat telah tiba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s