Nur Af Idah Halik

Nur Af Idah Halik (105104074)

PBSI C 2010

Tugas Psikolinguistik

 

Pertanyaan:

  1. Yang manakah lebih dahulu, berpikir kemudian berbahasa atau berbahasa kemudian berpikir? Jelaskan beserta teori yang mendukung!
  2. Betulkah yang dikatakan Gorys Keraf tentang pengertian bahasa? Jika betul, bagaimana dengan bunyi klakson, bunyi beduk, bahasa bayi, hewan, dan orang bisu (tunawicara)?

 

Jawaban:

  1. Menurut pendapat saya, yang lebih dahulu adalah berbahasa kemudian berpikir yang sejalan dengan teori Noam Chomsky dan teori Bruner. Teori Noam Chomsky menegaskan bahwa pengkajian bahasa membukakan perspektif yang baik dalam pengkajian proses mental (pemikiran) manusia. Kemudian, sejalan dengan pandangan rasionalis, Noam Chomsky mengatakan bahwa bahasa-bahasa yang ada di dunia adalah sama (karena didasari oleh satu sistem yang universal), hanya saja pada tingkat dalamnya atau struktur-dalam (deep structure), dan tingkat luarnya atau struktur-luar (surface structure) bahasa-bahasa itu yang berbeda-beda. Selanjutnya, teori Bruner yang mengatakan bahwa bahasa adalah alat pada manusia untuk mengembangkan dan menyempurnakan pemikir itu. Dengan kata lain, bahasa dapat membantu pemikiran manusia agar dapat berpikir lebih sistematis (tersusun). Implikasi teori Bruner ini sangat besar pada bidang pendidikan karena dalam teori ini membahas tentang kecakapan yang melibatkan bahasa, diantaranya: kecakapan linguistik, kecakapan komunikasi dan kecakapan analisis yang dimiliki oleh setiap manusia yang berbahasa. Bruner menegaskan bahwa kecakapan analisis akan dapat berkembang menjadi lebih baik dengan pendidikan melalui bahasa yang formal karena kemampuan analisis hanya mungkin dikembangkan setelah seseorang mempunyai kecakapan kemunikasi yang baik (berbahasa).
  2. Menurut saya, pengertian bahasa menurut Gorys Keraf kurang tepat karena menurutnya, bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Sedangkan yang saya ketahui, pengertian bahasa adalah sistem bunyi yang keluar dari alat ucap manusia dan memiliki makna. Sejalan dengan pengertian bahasa menurut Gorys Keraf, bunyi klakson, bunyi bedug, dan hewan sudah sangat jelas bukan merupakan bahasa karena bunyi klakson, bunyi bedug, dan hewan bukan simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kemudian, jika bahasa bayi dan orang bisu (tunawicara) termasuk bahasa. Namun, terkhusus pada orang bisu (tunawicara) dapat dikatakan bahasa apabila suara atau bunyi yang keluar dari alat ucapnya dapat dimengerti oleh lawan bicara atau mitra tutur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s