tugas psikolinguistik

NURMALASARI

105104081

C PBSI 2010

  1. Yang manakah terlebih dahulu berfikir atau berbahasa?

Jawaban:

Berfikir, Ini seperti pertanyaan ayam dan telur. Apakah kita belajar untuk berpikir sebelum kita berbicara, atau apakah bahasa membentuk pikiran kita? Percobaan baru dengan anak berusia lima bulan mendukung kesimpulan bahwa berpikir lebih dulu.

“Bayi yang lahir dengan sistem bahasa-independen untuk berpikir tentang objek,” kata Elizabeth Spelke, seorang profesor psikologi di Harvard. “Konsep-konsep ini memberikan makna pada kata-kata yang mereka pelajari nanti.”

Penutur bahasa yang berbeda melihat hal yang berbeda dan membuat perbedaan yang berbeda. Sebagai contoh, ketika Korea mengatakan bahwa satu objek bergabung lain, mereka menentukan apakah objek menyentuh erat atau longgar. Penutur bahasa Inggris, sebaliknya, mengatakan apakah salah satu objek di atau yang lain. Mengatakan “Aku meletakkan cangkir sendok” tidak benar dalam bahasa baik. Sendok harus “dalam” atau “on” cawan dalam bahasa Inggris, dan harus dipegang erat atau longgar oleh cangkir di Korea.

Spelke dan Susan Hespos, seorang psikolog di Universitas Vanderbilt di Nashville, Tenn, melakukan beberapa eksperimen pintar untuk menunjukkan bahwa ide ketat / longgar datang sebelum kata-kata yang digunakan / tidak digunakan untuk menggambarkannya

Ketika bayi melihat sesuatu yang baru, mereka akan melihatnya sampai mereka bosan. Hespos dan Spelke menggunakan fakta ini terkenal untuk menunjukkan berbagai kelompok anak berusia lima bulan serangkaian silinder ditempatkan di dalam dan di wadah ketat-atau longgar. Bayi-bayi menonton sampai mereka bosan dan berhenti mencari. Setelah itu terjadi, para peneliti menunjukkan mereka benda-benda lain yang sesuai dengan erat atau longgar bersama-sama. Perubahan ini mendapat perhatian mereka dan ditahan untuk sementara waktu, bertentangan dengan mahasiswa Amerika yang gagal menyadarinya. Ini menunjukkan bahwa bayi dibesarkan di Inggris-komunitas berbahasa sensitif terhadap kategori terpisah makna yang digunakan oleh Korea, tetapi tidak oleh bahasa Inggris, speaker dewasa. Pada saat anak-anak tumbuh, sensitivitas mereka untuk perbedaan ini hilang.

  1. Benarkah apa yng dikatakan Gorys Keraf tentang pengetian bahasa?

Jawaban:

Benar, karena pengertian bahasa pada umumnya adalah bunyi yang keluar dari alat ucap manusia dan mempunyai makana dan Gorys Keraf mengatakan bahwa bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. intinya yaitu bahasa digunakan untuk berkomunikasi karena memiliki makana serta keluar dari alat ucap manusia.

  1. Bagaimana dengan bahasa bayi, bahasa hewan, tuna wicara, bunyi klakson dan bunyi bedug, apakah juga merupakan bahasa?

Jawaban:

Bukan, Karena bahasa bayi, bahasa hewan, tidak memiliki makna sedangkan bahasa tuna wicara, bunyi klakson dan bunyi bedug tidak keluar dari alat ucap manusia. Bunyi klakson dan bunyi bedug hanya merupakan simbol atau dapat dikatakan sebagai bunyi latar belakang sebagai penanda dan bahasa tuna wicara merupakan sebuah isyarat untuk berkomunikasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s