Nugra Reski Syandiami 105104078

PSIKOLINGUISTIK

  • Manakah yang lebih dahulu,

Berbahasa kemudian berpikir atau sebaliknya?

  • Betulkah yang dikatakan Keraf mengenai pengertian bahasa itu sendiri?

Bagaimana dengan bahasa bayi, hewan, orang bisu, bunyi klakson dan beduk. Apakah itu semua termasuk bahasa?

 

para filosof  masa lalu banyak memperbincangkan tentang  pikiran dan bahasa. Namun diantara mereka sendiri, tidak ada kesepakatan. Sebagian berpandangan bahwa orang dapat berpikir tanpa memakai bahasa, sementara sebagian yang lain berpandangan sebaliknya. Filosof seperti Mueller (1887) berpandangan bahwa bahasa dan pikiran tidak dapat dipisahkan. Manusia tidak mungkin berpikir tanpa bahasa. Sebaliknya, Sir francis galton menyanggah pandangan ini.

Psikolog kemudian melakukan eksperimen untuk mengetahui lebih lanjut masalah ini. Piaget (1924/55), misalnya, meneliti anak-anak untuk melihat bagaimana bahasa terkait dengan pikiran. Menurut dia ada dua macam modus pikiran: Pikiran terarah (directed) atau pikiran inteligen (intelligent) dan pikiran tak-terarah atau ikiran autistik (autistic). Menurut dia, Kenyataan bahwa anak brbicara pada orang lain maupun pada dirinya sendiri menimbulkan pertanyaan apakah ada derajat komunikabilitas pada anak. Piaget percaya hal itu ada dan dia menemukan bentuk tengah ini sebagai pikiran egosentris dan bentuk bahasanya sebagai bahasa egosentris. Sosialisasi dengan anak lain menurunkan derajat egosentrisme. Makin besar sosialisasi itu, makin mengecillah ujaran egosentrisnay, dan lama-lama hilang.

Sementara itu, psikolog Rusia Vygotsky (1962) berpandangan bahwa ujaran egosentris tidak hilang tetapi mengalami transformasi genetik dan berubah menjadi apa yang dia namakan inner speech, Hubungan antara inner speech dengan external speech mau-tidak-mau harus memanfaatkan bunyi karena ujaran hanya dapat terwujud dengan bunyi fonetik. Namun, ini tidak berarti bahwa inner speech hanyalah wujud batin dari external speech. Inner speech masih tetap suatu ujaran, yakni, pikiran yang berkaitan dengan kata. Bedanya adalah bahwa pada external speech pikiran itu terwujudkan dalam kata sedangkan pada inner speech kata-kata itu lenyap pada saat pikiran itu terbentuk.

Dengan singkat dapat dikatakan bahwa pada saat anak tumbuh, berpikir yang terujarkan menjadi makin kecil dan setelah dewasa berpikir tidak lagi dilakukan dengan memakai kata yang terujarkan. Jarak yang makin jauh antara inner speech dengan bunyi fonetik yang dipakai untuk mewakilinya mempercepat proses berpikir.

Dan dari beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh parah ahli dapat disimpulkan bahwa kegiatan berpikirlah yang terlebih dahulu barulah kemudian berbahasa.

 

Menurut Gorys Keraf (1997 : 1) bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks dari pada hal-hal seperti bahasa bayi, hewan, orang bisu, bunyi klakson dan beduk atau komunikasi dengan menggunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Harus diakui bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua hal-hal tadi mengandung banyak sekali kelemahan. Mengenai suara bayi dan orang bisu apabila dikaitkan dengan pengertian bahasa menurut Keraf maka keduanya dapat dikategorikan sebagai bahasa klarena Dalam hal ini ditekankan bahwa Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukan sembarang bunyi . dan bunyi itu sendiri haruslah symbol atau perlambangan dan memiliki makna dan bersifat arbitrer.

Sependapat dengan Gorys Keraf, bahwa bahasa merupakan symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia maka bunyi-bunyi seperti klakson dan beduk hanya isyarat, bukan bahasa.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s