Nurul Faizah 105104079

Tugas Individu Psikolinguistik Nama : Nurul Faizah Kelas : C / PBSI NIM : 105104079 1. Manakah yang lebih dahulu berbahasa atau berpikir? Disertai 1 teori! Pada hakikatnya dalam kegiatan berkomunikasi terjadi proses memproduksi dan memahami ujaran. Dalam kaitan ini Garnham (Musfiroh, 2002: 1) mengemukakan Psycholinguistics is the study of a mental mechanisms that nake it possible for people to use language. It is a scientific discipline whose goal is a coherent theory of the way in which language is produce and understood ‘Psikolinguistik adalah studi tentang mekanisme mental yang terjadi pada orang yang menggunakan bahasa, baik pada saat memproduksi atau memahami ujaran’. Psikolinguistik adalah studi tentang mekanisme mental yang terjadi pada orang yang menggunakan bahasa, baik pada saat memproduksi atau memahami ujaran. Hubungan bahasa dengan pikiran, yaitu dalam penggunaan bahasa terjadi proses mengubah pikiran menjadi kode dan mengubah kode menjadi pikiran. Ujaran merupakan sintesis dari proses pengubahan konsep menjadi kode, sedangkan pemahaman pesan tersebut hasil analisis kode. Pada umumnya suatu pemikiran yang kompleks dinyatakan dalam kalimat yang kompleks pula. Hal ini, dapat diartikan pula apabila dalam mengungkapkan sebuah kalimat, dibutuhkan pemikiran yang kompleks. Kompleksitas makna dalam kalimat yang kompleks muncul, karena dalam kalimat tersebut terdapat proposisi yang jumlahnya sangat banyak. Dalam penerapan proposisi-proposisi tersebut dapat bertindak sebagai anak kalimat yang menjadi pelengkap untuk kalimat induk, selain itu, kalimat itu dapat diperpanjang selama setiap akhir dari kalimat tersebut adalah nomina. Manusia yang berpikir itu merupakan kesatuan dan keseluruhan, maka bahasanya pun merupakan kesatuan dan keseluruhan. Bahasa merupakan sesuatu yang hidup dan dinamis. Seringkali perkembangan bahasa tidak selaras dengan perkembangan masyarakat yang mempunyainya, sehingga kerapkali ada kepincangan antara manusia dengan bahasanya. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. Bahasa sebagai wujud atau hasil proses dan sebagai sesuatu yang diproses baik berupa bahasa lisan maupun bahasa tulis, sebagaimana dikemukakan oleh Kempen (Marat, 1983: 5) bahwa Psikolinguistik adalah studi mengenai manusia sebagai pemakai bahasa, yaitu studi mengenai sistem-sistem bahasa yang ada pada manusia yang dapat menjelaskan cara manusia dapat menangkap ide-ide orang lain dan bagaimana ia dapat mengekspresikan ide-idenya sendiri melalui bahasa, baik secara tertulis ataupun secara lisan. Apabila dikaitkan dengan keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh seseorang, hal ini berkaitan dengan keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Makna dan hakikat akal tersebut sebagai akal. Makna dan hakikat akal tak lain adalah naluri yang dianugerahkan Allah kepada mayoritas makhlukNya (manusia). Para hamba tidak bisa mengetahui naluri mereka satu sama lain. Mereka bahkan tidak dapat engetaahui naurinya sendiri, baik dengan cara melihat maupun merasakan. Namun, Allah mengenal mereka denga perantar] akal. Karena akal itulah mereka mengenal Allah. Mereka dapat menyaksikan Allah dengan akal. Lantaran akal pula mereka dapat mengetahui sesuatu yang bermanfaat dan membahayakan dirinya. Akal merupakan naluri yang diberikan Allah kepada hambaNya sebagai ujian. Dengan akal, Allah menetapkan hujjah bagi orang-orang dewasa. Dia berbicara seuai dengan akal mereka. Sebagian orang berpendapat, akal adalah cahaya yang dipancarkan oleh Allah sebagai tabiat dan naluri. Dengan cahaya itulah, seseorang bisa melihat dan mengambil pelajaran. Cahaya itu berada dalam hati. Ia seperti cahaya yang berwjud sebagai penglihatan. Dengan demikia, akal meruakan baluri yang menyebabkan seorang hamba lahir. Akal bisa berfungsi secara optimal dalam mengikat makna bila melalui berbagai penalaran yang logis. Orang yang berakal hanya akan mampu menyebutkan nama segala sesuatu setelah melalui proses pembelajaran. Ketikan anak kecil mendengar sesuatu, maka dengan akalnya ia mengenal banyak hal dan dapat membedakannya. Makna akal yang digunakan dalam Alquran dan sunnah, serta dirujuk oleh para ahli makrifat, Akal berarti pemahaman terhadap makna yang dikehendaki. Ia menjelaskan semua urusan dunia, baik yang berkenaan dengan masalah dunia maupun agama. Ia pun mampu menjelaskan segala sesuatu yang dapat diraba, dirasa, atau dicium. Oleh karenanya, ia dinamakan aql dan pelakunya disebut sebagaii yang berakal (aqil). Dalam salah satu kitab tafsir, diriwayatkan penjelasan tentang firman Allah kepada Musa dalam QS. Thaha:13, yang artinya: “Dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu)”. Maksudnya, pikirkanlah apa yang akan Aku firmankan kepadamu. Dengan demikia, pemahaman dan penjelasan dinamakan akal, karena keduanya berasal dari akal. Gambarannya, ada orang yang berkata kepad kawannya, “Apakah kamu telah memikirkan apa yang telah kamu lihat atau yang kamu dengar?” kawannya menjawab, “Ya, saya telah memahami dan mau menerimanya.” Alasan orang-orang Arab menamakan pemahaman dengan akal karena apa yang dipahami telah diikat dan dibatasi oleh akal. 2. Betulkah pendapat dari Gorys Keraf mengenai pengertian bahasa? Menurut saya, pengertian bahasa dari Gorys Keraf merupakan pengertian dari bahasa verbal. Selain itu, keraf juga tidak menjelaskan mengenai makna yang dapat diketahui oleh masyarakat ang keluar dari oleh alat ucap manusia. Simbol bunyi yang keluar dari alat ucap manusia juga kadang tidak memiliki makna, kecuali telah terjadi kesepakatan mengenai sibol bunyi tersebut. Bahasa adalah medium tanpa batas yang membawa segala sesuatu mampu termuat dalam lapangan pemahaman manusia. Oleh karena itu memahami bahasa akan memungkinkan peneliti untuk memahami bentuk-bentuk pemahaman manusia. Bahasa adalah media manusia berpikir secara abstrak yang memungkinkan objek-objek faktual ditransformasikan menjadi simbol-simbol abstrak. Dengan adanya transformasi ini maka manusia dapat berpikir mengenai tentang sebuah objek, meskipun objek itu tidak terinderakan saat proses berpikir itu dilakukan olehnya (Surya Sumantri, 1998). Materi bahasa bisa dipahami melalui Linguistik sebagaimana dikemukakan oleh Yudibrata bahwa linguistik adalah ilmu yang mengkaji bahasa, biasanya menghasilkan teori-teori bahasa; tidak demikian halnya dengan siswa sebagai pembelajar bahasa, (1998: 2). Siswa sebagai organisme dengan segala prilakunya termasuk proses yang terjadi dalam diri siswa ketika belajar bahasa tidak bisa dipahami oleh linguistik, tetapi hanya bisa dipahami melalui ilmu lain yang berkaitan dengannya, yaitu Psikologi. Atas dasar hal tersebut muncullah disiplin ilmu yang baru yang disebut Psikolinguistik atau disebut juga dengan istilah Psikologi Bahasa. Terkait dengan hal di atas, dapat dikatakan sebenarnya manusia dapat berpikir tanpa menggunakan bahasa, tetapi bahasa mempermudah kemampuan belajar dan mengingat, memecakan persoalan dan menarik kesimpulan. Bahasa memungkinkan individu menyandi peristiwa dan objek dalam bentuk kata-kata. Dengan bahasa individu mampu mengabstraksikan pengalamannya dan mengkomunikasikannya pada orang lain karena bahasa merupakan sistem lambang yang tidak terbatas yang mampu mengungkapkan segala pemikiran. Jadi, saya tidak sependapat dengan teori Groys Keraf yang hanya menekankan pada simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan tidak menekankan pada makna yang terkandung dari simbol bunyi tersebut. 3. Bagaimanakah dengan bahasa bayi, bahasa hewan, orang bisu, bunyi klakson dan bunyi bedug. Apakah itu termasuk bahasa? Bahasa yang disebutkan di atas merupakan bahasa non verbal, yang dapat berupa isyarat, simbol, dan tanda. Karena seseorang dapat dikatakan berbahasa, jika terjadi kesepakatan antara isyarat, simbol, dan tanda dalam suatu masyarakat dan mengetahui maknanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s