Hajrah Nengsih 105104063

HAJRAH NENGSIH 105104063. C

Analisis percakapan berdasarkan teori-teori linguistik (psikolinguistik)

Percakapan:

Rapat Kepanitiaan Menuju Pentas Tahunan

K’ Ulla’           : ”Assalamu Alaikum”

“Langsung saja, rapat kali ini kita akan membahas apa-apa saja yang menjadi langkah atau apa yang perlu dipersiapkan. Untuk lebih jelasnya saya serahkan pada tim perumus”.

K’ Marlin          : “iya, untuk saat ini kita masih dalam tahap persiapan, untuk saat ini, saya rasa sudah mengalami proses kemajuan dalam latihan. Terutama untuk adat teater itu sudah sekitar 70%. Haya saja untuk kegiatan ini kita masih terkendala di dana. Dana untuk saat ini itu Rp.863.000. sementara dana yang dibutuhkan itu sekitaran 7 juta. Gedung dan lighting saja sudah 4 juta untuk dua malamnya. Ditambah biaya yang lain. Jadi bagaimana, apa ada tawaran dari teman-teman?”

K’ Amal           : “tunggu dulu, kasi bertahapki dulu de’!”

K’ Marlin          : ”begini k’, yang lain itu tidak bisa bergerak kalau tidak ada dana”

K’ Ami             : ”iya, cocokmi itu, urutkan mami dulu toh”.

K’ Ulla’             : ”kalau begitu kita bahas dulu paket pementasannya. Bagaimana ini pemangku adat ?”

Rika                 : “kalau di teater itu sudah fiksmi k, naskahnya Tomanurung di Atas Phinisi” 1 paketji”.

K’ Ami             : “kalau di musik iya enam lagu, tapi ada dua grup. Jadi seksi acarami yang aturki nanti toh”.

K’ Ija                : “di tari duaji. Pa’duppa dengan tari alusu’. Tapi kemarin itu ada tawaran untuk angaru.

Rudini              : “di sastra juga duaji. Puisinya “Tabe” dengan puisi musikal”.

K’ Marlin          : “berarti fiksmi untuk paketnya ?jadi kalau ada yang di perlukan di setiap adat, tolong koordinasinya ke seksi perlengkapan. Supaya bisa dikalkulasikan dananya.

K’ Amal           : “jadi rapat mako nanti untuk seksi dana, apa-apa lagi kegiatanmu untuk cari dana kreatif”

K’ Ami             : ”ka fiksmi itu, jadi apapi lagi?”

K’ Amal           : “kurang kopi kaya’nya ini Ami?”

K’ Ami             : “hahahah,,, iye’ k’ di. Tidak semangatki rapat bela ka tidak ada kopinya.bagaimana ini panitia eh…..

 

* * *

 

Percakapan di atas dapat dianalisi melalui empat teori linguistik, yakni teori Ferdinand De Saussure, Teori Leonard Bloomfield, Teori John Ruppert Firth, dan Teori Noam Chomsky.

 

  1. 1.    Teori Ferdinand De Saussure

De Saussure menjelaskan bahwa perilaku bertutur atau tindak tutur sebagai satu rangkaian hubungan antara dua orang atau lebih. Seperti antara A dan B. Perilaku bertutur ini terdiri dari dua bagian kegiatan yaitu bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar dibatasi oleh mulut dan telinga, sedangkan bagian dalam oleh jiwa atau akal yang terdapat dalam otak pembicara atau pendengar. Jika A berbicara maka B menjadi pendengar, dan jika B berbicara, maka A menjadi pendengar.

Pada percakapan di atas, menurut teori ini, pada saat komunikasi itu berlanngsung, maka disitulah letak kajian bagi teori ini. Ada pembicara dan ada pendengar. Semua yang dibicarakan merupakan konsep “rapat kepanitiaan pentas tahunan” yang merupakan kegiatan bagian-dalam.

Dalam teori De Saussure, yang menjadi objek kajian linguistik adalah langue yang masih berupa konsep. Tetapi langue di teliti melalui parole.

 

  1. 2.    Teori Leonard Bloomfield

Bloomfield adalah pengikut aliran behaviorisme yaitu perilaku, yang berasal dari Amerika. Yang menjadi objek kajian dalaam teori ini adalah lambang atau perilaku berbahasa. Dalam percakapan di atas, ada beberapa percakapan yang menjadi objek kajian teori ini, yaitu

K’ Amal           : “tunggu dulu, kasi bertahapki dulu de’!”

K’ Marlin          : ”begini k’, yang lain itu tidak bisa bergerak kalau tidak ada dana”

K’ Ami             : ”iya, cocokmi itu, urutkan mami dulu toh”.

K’ Ulla’             : ”kalau begitu kita bahas dulu paket pementasannya. Bagaimana ini pemangku adat ?”

Pada percakapan tersebut, yang menjadi data linguistik adalah pada saat k’ amal mengatakan “tunggu dulu, kasi bertahapki de”. Dan yang lain mendengarkan itu kemudian melaksanakan apa yang diminta oleh k’ amal.

 

  1. 3.    Teori John Ruppert Firth

Dalam Teori ini, Firth menyatakan bahwa kajian linguistik yang paling penting adalah konteks. Baik itu konteks fonologi, morfologi, leksikon, dan situasi.

Jadi, dalam percakapan di atas, Firth mengkaji bagaimana konteks dalam percakapan itu, bagaimana bunyi-bunyi yang keluar, dan bagaimana situasi yang terjadi. Dalam teori ini, ia mengkaji mengenai hubungan fonem satu sama lain dalam kata, hubungan kata-kata dalam kalimat, jenis kalimaat dan bagaimana kalimat itu di golongkan, serta hubungan kalimat dengan konteks situasi.

Jadi, dalam teks percakapan yang menyatakan : “iya, untuk saat ini kita masih dalam tahap persiapan, untuk saat ini, saya rasa sudah mengalami proses kemajuan dalam latihan. Terutama untuk adat teater itu sudah sekitar 70%. Haya saja untuk kegiatan ini kita masih terkendala di dana. Dana untuk saat ini itu Rp.863.000. sementara dana yang dibutuhkan itu sekitaran 7 juta. Gedung dan lighting saja sudah 4 juta untuk dua malamnya. Ditambah biaya yang lain. Jadi bagaimana, apa ada tawaran dari teman-teman?”. Merupakan hubungan kalimat dengan konteks situasi.

 

  1. 4.    Teori Noam Chomsky

            Teori Chomsky menyangkut adanya pasangan penutr-pendengar yang ideal di dalam sebuah masyarakat tutur yang betul-betul merata dan sama. Keduanya, penutur dan pendengar harus menguasai bahasanya dengan baik. Jadi, pada percakapan di atas, penutur dan pendengar harus mampu memahami bahasa makassar, karena dalam percakapan ini, ada beberaapa sisipan yang menggunakan bahasa makassar. Agar terjadi interaksi atau menjadi pendengar dan penutur yang ideal.

 

Rujukan:

Mahmudah. 2012. Psikolinguistik “kajian teoretik”. Makassar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s