Nurul Faizah 105104079

Analisis Percakapan

Analisis Percakapan Berdasarkan 4 Teori Tinguistik

Percakapan antara nadhirah dan fitrah

Fitrah                    : ih… ukhty senangku hari ini!!

Nadhirah             : Alhamdulillah…akhirnya saya liatki’ tersenyum…ada berita apa? Bagi dong!

Fitrah                    : alhamdulillah ukhty ujianku hari ini sukses!

Nadhirah             : ujian apa? Rekor kayaknya di’?

Fitrah                    : iya kayaknya, soalnya toh ujiannya itu penjaskes… jadi, gampangji…

Nadhirah             : ya iyalah, gampang karena belajarq kemarin d kamar toh

Fitrah                    : iya gang…sampai-sampai hampirmi habis suaraku

Nadhirah             : mudahji itu sebenarnya yang penting maujeq belajar ukhty…

Fitrah                    : iya,..serius meka ini belajar…apalagi kalo tahfidz!

Nadhirah             : ya…gitu dong…kan enak kalo kita semangat… pasti pelajaran mudah diterima toh?

 

Analisis Percakapan berdasarkan 4 teori linguistik, yaitu:

  1. 1.       Teori Ferdinand De Saussure

De Saussure menjelaskan bahwa perilaku bertutur atau tindak tutur (speech act) sebagai satu rangkaian hubungan antara dua orang atau lebih, seperti antara A dengan B. Perilaku bertutur ini terdiri dari dua bagian kegiatan yaitu bagian-luar dan bagian-dalam. Bagian-luar dibatasi oleh mulut dan telinga sedangkan bagian-dalam oleh jiwa atau akal yang terdapat dalam otak pembicara dan pendengar. Jika A berbicara maka B menjadi pendengar, dan jika Berbicara maka A menjadi pendengar.

Di dalam otak penutur A terdapat konsep-konsep atau fakta-fakta mental yang dihubungkan dengan bunyi-bunyi linguistik sebagai perwujudannya yang digunakan untuk melahirkan atau mengeluarkan konsep-konsep tersebut. Baik konsep tersebut berupa imaji bunyi itu terletak dalam suatu tempat yaitu pusat penghubung yang berada di otak. Jika penutur A mengemukakan sebuah konsep kepada pendengar B, maka konsep itu “membukakan” pintu kepada pewujudnya yang berupa imaji bunyi yang masih berada di dalam otak dan merupakan fenomena psikologis.

Dalam perilaku berbahasa ini dibedakan antara pelaksana yaitu pusat penghubung penutur dan telinga pendengar yang keduanya sebagai bagian yang aktif; dan penerima yaitu pusat penghubung pendengar dan telinga penutur yang kedua sebagai bagian yang pasif.

De Saussure membedakan antara parole, langue, dan langage. Ketiganya bisa dipadankan dengan kata “bahasa” dalam bahasa Indonesia, tetapi dengan pengertian yang sangat berbeda.

 

Contoh :

Fitrah                    : ih… ukhty senangku hari ini!!

Nadhirah             : Alhamdulillah…akhirnya saya liatki’ tersenyum…ada berita apa? Bagi dong!

Jika dilihat dari percakapan di atas, pernyataan yang disampaikan oleh fitrah kepada nadhirah sifatnya konkret karena disertai dengan ekspresi wajah yang berbeda dari yang biasanya, sehingga nadhirah mengerti keadaan fitrah yang senang pada saat itu. Karena nadhirah melihat ekspresi wajah nadhirah yang agak ceria dan sangat berbeda dengan hari-hari kemarinnya, sehingga nadhirah merasa heran dan penasaran dengan kejadian apa yang telah ia alami sehingga membuatnya bahagia.

Langue adalah bahasa tertentu sebagai satu sistem tertentu seperti bahasa Inggris atau bahasa Jawa menggunakan istilah bahasa. Jadi, sifatnya abstrak; hanya ada dalam otak penutur bahasa yang bersangkutan.

Jika di tinjau dari langue pada percakapan tersebut, karena ada perasaan senang yang ada dalam diri fitrah, sehingga otaknya memberikan respon kepada seluruh sel-sel saraf untuk menunjukkan ekspresi yang sesuai dengan kejiwaan yang dialaminya. Yang dapat merasakan rasa senang itu hanya fitrah saja, karena hanya ia yang mengetahui penyebab ia senang. Tidak ada yang dapat mengetahuinya selain fitrah, karena masih ada dalam otak fitrah dan belum ia sampaikan kepada orang lain apa yang ia rasakan.

Parole adalah bahasa yang konkret yang keluar dari mulut seorang pembicara. Jadi, karena sifatnya yang konkret itu maka parole itu bisa didengar.

Fitrah    : alhamdulillah ukhty ujianku hari ini sukses!

Dari pernyataan yang dikeluarkan oleh penutur melalui mulutnya, maka pendengar dapat mengetahui alasan penutur tersebut merasa senang. Bunyi-bunyi yang dikeluarkan oleh penutur itulah sehingga pendengar dapat mengerti maksud dari ucapan penutur.

Fitrah                    : alhamdulillah ukhty ujianku hari ini sukses!

Nadhirah             : ujian apa? Rekor kayaknya di’?

Fitrah                    : iya kayaknya, soalnya toh ujiannya itu penjaskes… jadi, gampangji…

Nadhirah             : ya iyalah, gampang karena belajarq kemarin d kamar toh?

Langage adalah bahasa pada umumnya sebagai alat interaksi manusia. Jadi, langage bersifat abstrak.

Jika ditinjau dari segi langage. Percakapan di atas dapat terjadi dengan baik karena adanya ucapan yang dapat dimengerti oleh pendengar. Adanya ucapan “alhamdulillah” yang menandakan kesyukuran yang diucapkan oleh penutur, sehingga pendengar dapat meresponnya dengan baik. Adanya persepsi yang sama akan makna dari kata “alhamdulillah” sehingga ia dapat mengerti akan perasaan penutur. Adanya pengetahuan sebelumnya bahwa jika seseorang belajar dengan tekun, maka ia akan mendapatkan hasil yang baik. Sehingga dengan adanya ucapan itu maka membuat fitrah lebih bersemangat lagi untuk belajar.

  1. 2.       Teori Bloomfield

Unsur-unsur linguistik diterangkannya berdasarkan distribusi unsur-unsur tersebut di dalam lingkungan (envionment) di mana unsur-unsur itu berada. Distribusi dapat diamati secara langsung sedangkan makna tidak dapat.

Teori linguistik Bloomfield secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut.

S                                                                  r………………….s                                                                           R

(1)                              (2)                        (3)                          (4)                        (5)                                 (6)   (7)

Penjelasan :

(1)    Fitrah melihat hasil ulangannya (S= Stimulus)

(2)    Otak fitrah bekerja mulai dari melihat hasil ulangannya hingga ia berkata kepada nadhirah

(3)    Perilaku atau kegiatan fitrah dengan memperlihatkan wajah yang berseri-seri sewaktu berbicara kepada nadhirah

(4)    Perilaku atau kegiatan nadhirah yang menyambutnya dnegan ikut senang sewaktu mendengarkan bunyi-bunyi atau suara yang dikeluarkan oleh fitrah (s=stimulus)

(5)    Otak nadhirah mulai mendengarkan bunyi suara fitrah sehingga ia bertanya kembali akan peristiwa yang dialaminya

(6)    Nadhirah penasaran dengan rasa senang fitrah sehingga ia mengambil kertas yang ada di tangan fitrah dan membalasnya dengan wajah yang juga ikut berseri-seri (R=respons)

Menurut Bloomfield bahasa merupakan sekumpulan ujaran yang muncul dalam suatu masyarakat tutur. Ujaran inilah yang dapat ditangkap oleh pendengar sehingga terjadi komunikasi yang baik dengan penutur.

  1. 3.       Teori John Rupert Firth

Dalam teori Firth ada konteks fonologi, morfologi, leksikon, dan situasi. Bahasa adalah susunan dari konteks-konteks ini. Tiap-tiap konteks mempunyai peranan sebagai lingkungan untuk unsur-unsur tau unit-unit tiap tingkat bahasa itu. Susunan dari konteks-konteks ini membentuk atu keseluruhan dari kegiatan-kegiatan yang penuh arti. Maksudnya, tiap-tiap unsur pada tiap tingkatan mempunyai arti yang dapat dibedakan dan dianalisis.

Menurut Firth struktur bahasa itu terdiri dari lima tingkatan yaitu tingkatan fonetik, leksikon, morfologi, sintaksis, dann semantik. Yang menjadi unsur dalam tingkatan fonetik adalah fonem, yang menjadi unsur dalam tigkatan morfologi adalah morfem, yang menjadi unsur sintaksis adalah kategori-kategori sintaksis, dan yang menjadi unsur dalam tingkatan semantik adalah kategori-kategori semantik. Firth lebih memusatkan perhatian pada tingkatan fonetik dan tingkatan semantik. Sedangkan yang lain kurang diperhatikan.

Misalnya, bentuk /ujian] dalam bahasa indonesia. Pada tingkatan fonetik bentuk ini meragukan sebab ada makna kata ujian dalam bahasa indonesia. Untuk menjelaskan, kita dapat beranjak ketingkatan yang lebih tinggi yaitu tingkatan morfologi atau sintaksis atau semantik. Dalam konteks morfologi bentuk ujian matematika ataupun ujian meja tidak meragukan lagi.

Arti atau makna menurut teori Firth adalah hubungan antara satu unsur pada satu tingkatan dengan kontek unsur yang sama. Jadi, arti tiap kalimat terdiri dari lima dimensi, yaitu :

  1. Hubungan tiap fonem dengan konteks fonetiknya (hubungan fonem satu sama lain dalam kata)

Contoh : pengucapan kata “Ukhty” yang berasal dari bahasa arab yang artinya saudara perempuan. Jadi, panggilan untuk saudara perempuan itu sudah jelas dengan mengucapkan kata “ukhty” dan bukan untuk saudara laki-laki. Panggilan yang dianggap lebih sopan untuk memanggil saudara yang lainnya agar lebih akrab.

  1. Hubungan kata-kata satu sama lain dalam kalimat

Fitrah            : alhamdulillah ukhty ujianku hari ini sukses!

Pengucapan kata alhamdulillah untuk menunjukkan rasa syukur seseorang dan disampaikan kepada pendengar dengan memanggil orang tersebut dengan sebutan “Ukhty”. Hubungan kata yang satu dengan kata yang lainnya sangat mempengaruhi karena menunjukkan perasaan yang sedang dialami oleh pembicara.

  1. Hubungan morfem pada satu kata dengan morfem yang sama pada kata lain, dan hubungannya dengan kata itu.

Morfem “di” pada kata “diterima” dan “dimengerti”. Makna pada kata “diterima” berarti telah ada proses pemberian dan penerimaan. Sedangkan pada kata “dimengerti” berarti telah ada proses pemberian pemahaman sebelumnya sehingga terjadi kerjasama antara proses dan hasil pemahaman yang baik. Hubungan antara kedua kata tersebut adalah sama-sama telah menajalani proses, sehingga mendapatkan hasil yang sama.

  1. Jenis kalimat dan bagaimana kalimat itu digolongkan

Fitrah            : iya,..serius meka ini belajar…apalagi kalo tahfidz!

Jenis kalimatnya yaitu kalimat pernyataan yang diucapkan oleh penutur dan menandakan perasaan senang. Kalimat ini dapat digolongkan sebagai pernyataan karena adanya penyertaan ekspresi wajah yang sesuai dengan pengucapan dari pernyataan tersebut.

  1. Hubungan kalimat dengan konteks situasi

Fitrah            : iya,..serius meka ini belajar…apalagi kalo tahfidz!

Nadhirah     : ya…gitu dong…kan enak kalo kita semangat… pasti pelajaran mudah diterima toh?

Hubungan kalimat yang diucapkan oleh penutur dengan situasi yaitu pada saat musim ujian yang sedang berlangsung dan dialami oleh penutur dan pendengar. Pemberian semangat kepada penutur menunjukkan agar penutur lebih giat lagi belajar apalagi jika pelajaran yang sulit, usahanya lebih ditingkatkan lagi. Selain itu, motivasi yang diberikan juga sesuai dengan situasi yang sedang dialaminya.

 

  1. 4.       Teori Noam Chomsky

Teori linguistik oam Chomsky menyangkut adanya pasangan penutur-pendengar yang ideal di dalam sebuah masyarakat tutur yang betul-betul merata dan sama. Keduanya, penutur dan pendengar itu harus menguasai dan mengetahui bahasanya dengan baik. Terjadinya suatu tindak tutur memerlukan adanya interaksi dari berbagai faktor. Dalam hal ini kompetensi kecakapan linguistik dari penutur-penutur yang menyokong terjadinya tuturan tadi, hanyalah merupakan satu faktor saja.

Sehubungan dengan hal itu, Chomsky membedakan adanya kompetensi (kecakapan linguistik)dan performansi (pelaksanaan atau perlakuan linguistik).

Menurut Chomsky perkembangan teori linguistik dan psikologi yang sangat penting dan perlu diingat dalam pengajaran bahasa adalah sebagai berikut:

  1. Aspek kreatif penggunaan bahasa

Yang dimaksud dengan aspek kreatif adalah perilaku linguistik yang biasa, beas dari rangsangan, bersifat mencipta dan inovatif.

Contoh penggunaan kata “ukhty” dalam percakapan menunjukkan kreati dan inovatif  dalam penggunaan bahasa, karena dapat menggabungkan antara bahasa indonesia dengan bahasa asing dan dapat diaahami oleh penutur dan pendengar.

  1. Keabstrakan lambang-lambang linguistik

Yang dimaksud dengan keabstrakan lambang-lambang linguistik adalah bahwa rumus-rumus atau kaidah-kaidah yang menentukan bentuk-bentuk kalimat dan penafsiran artinya yang rumit bukan merupakan sesuatu yang konkret melainkan merupakan seusatu yang abstrak.

Sepert pada percakapan di atas penutur dapat menentukan bahwa kata “alhamdulillah” cocok untuk situasi jiwa yang dalam keadaan senang sehingga ketika pendengar mendengarkan bunyi-bunyi yang keluar dari mulut penutur maka ia akan secara langsung mengetahui maksud dari ucapan penutur tersebut.

  1. Keuniversalan struktur dasar linguistik

Keuniversalan linguistik dasar adalah prinsip-prinsip abstrak yang mendasari tata generatif transformasi ini dan tidak dapat diperoleh melalui pengalaman dan latihan. Menurut Chomsky keuniversalan linguistik ini dimiliki manusia sejak lahir karena merupakan unsur atau struktur-sturktur yang tidak terpisahkan oleh manusia.

Karena adanya kesamaan penggunaan bahasa yang digunakan, sehingga terjadi komunikasi yang baik antara penutur dan pendengar dan adanya simbol-simolyang telah disepakati dan dipahami dari lingkungan sekitarnya. Kemampuan berbahasa seseorang telah dimiliki sejak ia lahir.

  1. Peranan organisasi intelek nurani (struktur dalam) di dalam proses kognisi/mental.

Di dalam teori linguistiknya, Chomsky membedakan adanya stuktur dalam dan struktur luar.

Yang termasuk dalam struktur dalam yaitu adanya kesamaan dasar pemahaman tentang sesuatu hal yang terdapat dalam otak manusia yaitu LAD. Setiap manusia memiliki struktur dalam yang sama. Sedangkan struktur luar yaitu bahasa yang keluar dari mulut seseorang, misalnya bahasa inggris, bahasa arab, bahasa cina, dan lain-lain. Oleh karena itu yang berbeda hanyalah struktur luar seseorang dan memiliki struktur dalam yang sama.

Tata bahasa generatif dapat terbentuk jika terjadi komunikasi antara penutur dan pendengar yang ideal, sehingga terjadi kesamaan pemahaman diantara keduanya. Dikatakan ideal karean ia dapat mengerti dan memahami perkataan yang diucapkan antara kedua belah pihak.

Adanya persamaan kompetensi sehingga memunculkan performansi yang beragam dengan disertai cara pengucapan kata yang sesuai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s