LATIFAH DAMAYANTI

Tugas Psikolinguistik

Nama     : Latifah damayanti

NIM        : 105104061

Kelas      : C PBSI

PENERAPAN TEORI-TEORI STIMULUS RESPON DAN TEORI-TEORI KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

  1. A.     Teori-Teori Stimulus Respon
  • Ivan Petrovich Pavlov

Classic Conditioning(pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaanya terhadap anjing, di mana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan.urutan kejadian melalui percobaan pada anjang:

  • US (unconditioned stimulus) = stimulus asli atau netral: stimulus tidak dikondisikan yaitu stimulus yang langsung menimbulkan respon.
  • UR (unconditioned respons) = disebut prilaku responden: respon tak bersyarat yang muncul dengan hadirnya US.
  • CS (conditioning stimulus) = stimulusbersyarat, yaitu stimulus yang tidak dapat langsung menimbulkan respon. Agar dapat mendapatkan respon perlu dipasangkan dengan US secara terus-menerus agar menimbulkan respon.
  • CR ( conditioning respons) = respons bersyarat, yaitu respon yang muncul dengan hadirnya CS.

Contoh penerapan teori Pavlov dalam pengajaran bahasa :

Pada pembelajaran berpidato seorang guru menjelaskan mengenai tata cara berpidato yang baik kemudian guru tersebut memberikan tugas kepada siswanya untuk berpidato siswa pun mulai menyiapkan pidato dan berlatih. Agar siswa lebih mudah paham, guru memperlihatkan rekaman contoh orang yang sedang berpidato dengan baik, kemudian siswa memperhatikan rekaman tersebut hingga selesai. Dengan begitu maka apabila dikemudian hari siswa mendapat tugas yang sama maka siswa dapat melakukannya dengan baik tanpa perlu melihat rekaman orang yang berpidato lagi.

  • Teori Asosiasi Edward L. Thorndike

Thorndike mengemukakan bahwa terjadinya asosiasi antara stimulus dan respon ini mengikuti hukum-hukum berikut:

  • Hukum Kesiapan (law of readiness), hukum ini pada intinya menyatakan bahwa belajar akan berhasil apabila  peserta didik benar-benar telah siap untuk belajar.
  • Hukum latihan (law of exercises), yaitu apabila ikatan antara stimulus dan respon lebih sering terjadi, maka ikatan itu akan terbentuk semakin kuat.
  • Hukum akibat (law of effect), yaitu apabila asosiasi yang terbentuk antara stimulus dan respon diikuti oleh  suatu kepuasan maka asosiasi akan semakin meningkat.

Contoh penerapan teori Thorndike dalam pengajaran bahasa

Pada pembelajaran menulis yang dilaksanakan pada pukul 08.00 WITA. Siswa diminta menuliskan kegiatan yang dilakukannya pada saat liburan, pada pagi hari siswa akan siap menerima pembelajaran. Walaupun siswa menuliskan pengalamannya dengan tidak sistematis dan salah namun guru mengarahkan agar siswa dapat mengulang-ulangi pekerjaannya hingga baik dan benar kemudian hasil pekerjaan yang baik dan benar yang dibuat oleh siswa tersebut diberi pujian oleh gurunya dan diberi nilai yang baik pula.

  • Teori Behaviorisme dari John  Broades Watson

Teori behaviorisme ini memandang manusia sebagai produk lingkungan. Segala perilaku manusia sebagian besar  akibat pengaruh lingkungan sekitarnya. Lingkunganlah yang membentuk kepribadian manusia. Apabila lingkungannya baik maka baik pula kepribadian manusia pada lingkungan tersebut.

Contoh penerapan Teori Behaviorisme dari John  Broades Watson dalam pengajaran bahasa

Seorang guru mewajibkan siswanya untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada saat mata pelajaran berlangsung Maka hal tersebut dapat menjadi kebiasaan yang akan selalu dilakukan siswanya ketika proses pembelajaran berlangsung.

  • Teori Kesegeraan dari Edwin Guthrie

Azas belajar Gutrie yang utama adalahadalah hukum kontiguti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu garakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama. Gutrie mengemukakan bahwa agar respon yang muncul sifatnya lebih kuat dan bahkan bersifat tetap, maka diperlukan berbagai macam stimulus yang berhubungan dengan respon tersebut. Stimulus dan respon ini sifatnya sementara tetapi karena sering dilakukan maka akan menjadi kebisaan. Guthrie juga percaya bahwa hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar.

Contoh Penerapan Teori Kesegeraan dari Edwin Gutrie dalam Pembelajaran Bahasa

Seorang siswa yang sering menambahkan fonem ‘e’ pada hampir setiap tuturannya dalam proses belajar siswa tersebut mendapat teguran oleh gurunya kemudian gurunya memberikan hukuman berupa harus berlatih menggeluarkan tuturan tanpa menggunakan fonem’e’ secara berulang-ulang pada saat itu.sampai siswa tersebut benar-benar mampu mengeluarkan tuturan tanpa diikuti tambahan fonem ‘e’.

  • Teori Burrhus Frederic Skinner (1904-1990)

Dalam teori skinner yang peling ditekankan adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus-respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Skinner membagi penguatan menjadi dua, yaitu penguatan positif & penguatan negatif.

Contoh Penerapan Teori Burrhus Frederic Skinner dalam Pembelajaran Bahasa

Ketika seorang siswa mampu memaparkan argumen dengan sangat baik maka guru mengapresiasi dengan memberikan penguatan positif berupa tepuk tangan serta komentar manis untuk siswa tersebut.

  1. B.     Teori – Teori Kognitif
  • Teori Behaviorisme Purposif Tolman

Teori Behaviorisme purposif yang diperkenalkan oleh Tolman mengajarkan bahwa apabila suatu rangsangan tertentu menimbulkan respons tertentu, maka akan kita lihat rangsangan itu dalam perspektif yang baru.

Contoh Penerapan Teori Behaviorisme Purposif Tolman dalam Pembelajaran Bahasa

Seorang anak yang terbiasa berbicara kasar dilingkungannya jika ia berada dilingkungan sekolah (berupa rangsanagan) maka ia pun akan melakukan hal yang sama terhadap orang lain meskipun orang tersebut baru ditemuinya (berupa respon). Namun, guru tidak membenarkan hal tersebut karena dianggap tidak sopan maka guru memberitahukan kepada anak tersebut agar tidak seperti itu lagi.di sini anak tersebut akan melihat keadaan dalam perspektif yang baru dan sebagai akibatnya kognisi anak  tersebut akan membuat respon yang baru pula.

  • Teori Medan Gestalt Wertheimer

Teori gestalt tidak menganggap bahwa pemecahan semua masalah berkaitan dengan “insight” teori gestalt berpendapat bahwa di samping pengalaman, perlu juga adanya kemampuan melihat hubungan-hubungan keseluruhan di antara elemen-elemen  situasi, dan membentuk satu organisasi dari hubungan-hubungan ini. Dalam teori ini diperkenalkan lima hukum organisasi yaitu Hukum pragnaz, Hukum kesamaan, Hukum proksimiati, Hukum penutupan, Hukum kelanjutan baik.

Contoh Penerapan Teori Medan Gestalt Weitheimer dalam Pembelajaran Bahasa

Seorang guru mengajarkan kepada siswanya tentang alam maka siswa akan menghubungkannya dengan apa yang telah mereka ketahui dengan yang diajarkan.

  • Teori Medan dari Lewin

Teori medan merupakan sekumpulan konsep dengan dimanan seseorang dapat menggambarkan kenyataan psikologis. Ciri-ciri utama dari medan Lewin dapat diringkaskan sebagai berikut: (1) tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang  ada pada waktu tingkah laku itu terjadi; (2) analisis mulai dengan situasi sebagai keseluruhan dari mana bagian-bagian komponen dipisahkan; dan (3) orang yang konkret dalam situasi yang konkret dapat digambarkan secara matematis.

Contoh Penerapan Teori Medan dari Lewin dalam Pembelajaran Bahasa

Seorang anak mulai belajar berbahasa mulai dari dirinya sendiri kemudian lingkungan keluarganya, dan teman-teman sekitarnya hal itu lah yang mempengaruhi sejauh mana kemampuan berbahasanya.

  • Teori Perkembangan Kognitif dari Piaget

Piaget menekankan bahwa anak-anak membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri; informasi tidak sekadar dituangkan ke dalam pikiran mereka dari lingkungan.  Piaget yakin  bahwa anak-anak menyesuaikan pikiran mereka untuk mencakup gagasan-gagasan baru, karena informasi tambahan memajukan pemahaman. Dalam teori ini kita dapat menyesuaikan diri dengan tiga tahap yaitu asimilasi, akomodasi, equilibrasi.

Contoh Penerapan Teori Perkembangan Kognitif dari Piaget dalam Pembelajaran Bahasa

Asimilasi : seorang siswa yang telah mengetahui bahasa yang baik dalam situasi formal adalah bahasa baku kemudian siswa tersebut memperoleh informasi bahwa untuk mendapatkan komunikasi yang baik maka kita harus menerapkan prinsip kerja sama dalam komunikasi maka siswa tersebut menggabungkan informasi yang telah ia punya dengan informasi yang baru ia ketahui.

  • Teori Genetik Kognitif dari Chomsky

Teori genetik  kognitif ini didasarkan pada hipotesis yang menyatakan bahwa otak manusia dipersiapkan  secara genetik untuk berbahasa. Untuk itu otak manusia telah dilengkapi dengan struktur bahasa universal dan apa yang disebut  (Language Acquistion Device) LAD. Dalam proses pemerolehan bahasa LAD ini menerima “ucapan-ucapan” dan data-data lain yang berkaitan melalui pancaindra sebagai masukan dan membentuk rumus-rumus linguistik berdasarkan masukan itu yang kemudian dinuranikan sebagai keluaran.

Contoh Penerapan Teori Genetik Kognitif dari Chomsky dalam Pembelajaran Bahasa

Setiap anak meskipun berasal dari daerah yang berbeda akan mampu menguasai serta mempelajari bahasa daerah orang lain.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s