Analisis Percakapan menggunakan teori-teori linguistik

Nurul Ilma

105104080

C PBSI 2010

Analisis Percakapan menggunakan teori-teori linguistik

  1. Teori Ferdinand De Saussure

Ferdinand menjelaskan bahwa perilaku bertutur atau tindak tutur sebagai satu rangkaian hubungan antara dua orang atau lebih, seperti antara A dan B.

Contoh:

A: “ihh, kenapa belumpi datang bapak? Malasku. Ndak jelasnya nasibta deh, terkatung-katung.”

B: “Mana kutaukanki. Biarmi deh. Bagus lagi iyya kalo tidak masukki. Hahahaha….”

Ia juga mengungkapkan perbedaan langue, parole, langage. Contohnya sebagai berikut.

Langue: “Lisuni’! De’gaga dosen. Mengawaski gare’ naseng senior.” (Hanya menggunakan bahasa Bugis. Sebab langue adalah bahasa tertentu sebagai satu sistem tertentu.)

Parole: “Apakah maumu, Bismar? Hobi skali ganggu-ganggu orang. Iss…menjengkelkan skaliko!” (parole adalah bahasa yang konkret yang keluar dari mulut seorang pembicara. Karena sifatnya yang konkret itu maka parole bisa didengar.)

  1. Teori Leonard Bloomfield

Bloomfield menerangkan makna (semantik) dengan rumus-rumus behaviorisme. Akibatnya, makna menjadi tidak dikaji oleh linguis-linguis lain yang menjadi pengikutnya. Unsur-unsur linguistic diterangkannya berdasarkab distribusi unsur-unsur tersebut di dalam lingkungan di mana unsur-unsur itu berada.

Contoh:

A: “Mauka juga makan roti, tapi ndak ada uangku. Tinggal uang pete-pete mami ini kodong. (Berkata ketika melihat si C makan roti.)

B: “Ededeh..bilang lalo meko kalo mauko dibelikan. Tunggumi sini, kutraktirko!” (Respon atas perkataan si A. Setelah si A berkata demikian, B langsung merespon dengan cara membelikan roti untuk si A.)

  1. Teori John Rupert Firth

Menurut Firth dalam kajian linguistik yang paling penting adalah konteks. Dalam konteks terdapat fonologi, morfologi, leksikon, dan situasi. Firth lebih memusatkan perhatian pada tingkatan fonetik dan tingkatan semantik.

Fonetik: A: “Sssstt…” Amel meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya ketika mendengar mahasiswa gaduh dan sibuk sendiri saat presentasi filsafat dilaksanakan.

Semantik: B: “Di luar saja ya. Ndak usah masuk. Sudah terlambat 1 jam kamu. Tidak usah ikut mata kuliah saya.”

  1. Teori Noam Chomsky

Chomsky membedakan performansi dan kompetensi. Kompetensi berarti kecakapan linguistik, sedangkan performansi merupakan pelaksanaan atau perlakuan linguistik.

Kompetensi: A: “Apa artinya nirwana?”

B: “Keadaan dan ketenteraman sempurna bagi setiap wujud eksistensi krn berakhirnya kelahiran kembali ke dunia.”

Performansi: A: “Saya harap Anda bisa memberikan argument yang jelas disertai dengan fakta-fakta yang konkret” (Kata seseorang di forum resmi dengan menggunakan ragam baku.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s