azizah fatwany dahniar 105104066

TUGAS PSIKOLINGISTIK 2

ANALISIS TRANSKRIP PERCAKAPAN BERDASARKAN EMAPAT TEORI LINGUISTIK

 

 

TRANSKRIP PERCAKAPAN

 

            Bahasa merupakan objek kajian dari berbagai disiplin. Namun dari disiplin linguistik itu sendiri dapat dicermati adanya berbagai teori atau aliran yang terkadang berbeda , tumpang tindih maupun bertentangan, sehubungan dengan analisis transkrip percakapan yang saya lakukan, secara singkat ada empat teori atau aliran linguistik yang sedikit banyak memiliki kaitan dengan psikologi, kognitif, maupu behaviouristik, keempat aliran itu sendiri akan saya tuliskan bersamaan dengan analisis transkrip percakapan di bawah ini.

 

Di atas motor saat perjalanan pulang membawa peralatan dapur

 

Korek             : “kenapa cepat sekali ko pulangkah??” “Nda da ji lagi kuliah….”

Dotenk                        : “kapan DAG kah??”

Korek              : “…”

Dotenk                        : “tinggal-tinggalka dulu di rumahku belana larang mka macheku di BESTRA

                          Trus… melaporki  tanteku pulang malam terus, jadi haruska tinggal-tinggal                                     dulu….”

Korek              : “… ”

                          “nu liatki caranya main jimbe ka Ulla?”

Dotenk                        : “apa..?!!”

Korek              : “ jimbe.. ka Ulla?”

Dotenk                        : “apa.. siapa?”

Korek              : “jimbee.. ka Ulla?”

Dotenk            : “ohh.. jimbee.. Afri??”

Korek              :” ckckc.. ka ulla anu… pemain jimbe’a…”

Dotenk            : “ oh.. hehehe baa.. kuliat ji keren ki naahh…santai skali main,..”

Korek              : “baa.. sama cara mainnya ka firman itu”

Dotenk                        : “ioo.. nda kentara tapi kena ki pukulannya…”

 

 

  • Teori Ferdinand De Saussure

Dalam transkrip percakapan diatas, sangat jelas bahwa teori Ferdinand de sausure yang menjelaskan bahwa perilaku bertutur atau tindak tutur sebagai sebuah rangkaian bertutur antara dua orang atau lebih,  sebut saja ‘Bismar’ ingin mengemukakan sebuah konsep kepada pendengar ‘dotenk’ maka konsep itu “membukakan” pintu kepada pewujudnya berupa imaji bunyi yang masih berada dalam otak  dan merupakan feomena psikologis, inilah yang disebut dengan proses bertutur dan memahami yang membedakan antara pelakasana dan menerima.

 

  • Teori Leonard Bloomfield

Secara sederhana akan saya kaji transkrip diatas dengan mengikuti anekdot Jack and Jill,  hanya mengubah nama keduanya saja, percakapan antara Bismar dan Dotenk merupakan contoh kecil dari teori linguistik Bloomfield yang menjelaskan bahwa bahasa merupakan sekumpulan ujaran yang muncul dalam suatu masyarakat tutur.

 

  • Teori John Ruppert Firth

Menurut Firth dalam kajian linguistik yang paling penting adalah konteks. Dalam teori Firth ada konteks fonologi, morfologi, leksikon dan situasi. Dalam perckapan diatas, terdiri dari k9nteks konteks tersebut, tiap konteks terdiri dari peranan sebagai lingkungan untuk unsure-unsur atau unit-unit dari tiap bahasa itu. Susunan dari konteks-konteks percakapan diatas membentuk satu keseluruhan dari kegiatan-kegiatan yang yang penuh arti.

 

  • Teori Noam Chomsky

Teori lingistik Chomsky menyangkut adanya pasangan penutur-pendengar yang ideal dalam sebuah masyarakat tutur yang betul-betul merata dan sama, percakapan diatas merupakan percakapan yang bisa dikatakan masing-masing penutur bisa menguasai bahasa dengan sangat baik , mereka dapat menghasilkan kalimat-kalimat baru dengan maksud yang mereka pahami seperti yang disebutkan diatas dan jumlahnya tidak terbatas.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s