NAMA : CITRA ARMAL NIM : 105104085 KELAS : C

NAMA           : CITRA ARMAL

NIM                : 105104085

KELAS          : C

 

TEORI-TEORI STIMULUS RESPON DAN TEORI-TEORI KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

  1. A.          Teori-teori Stimulus Respon

1. Ivan Petrovich Pavlov

Jika dilihat dari teori yang dipaparkan oleh Pavlov yang mengambil seekor anjing sebagai objek percobaannya dapat juga digunakan dalam pembelajaran bahasa. Penerapan teori tersebut dapat dilakukan dalam pembelajaran  bahasa pada anak-anak hingga dewasa.

Contoh:  anak bayi, ketika anak itu mulai merasakan lapar,bayi ini akan menangis agar ibunya bisa mengerti bahwa anaknya sudah lapar dan ingi minum susu. Agar, ibunya bisa mengerti jika anaknya ingin minum susu dia menggunakan cara dengan cara menangis. Dan bisa merespon tingkah laku anaknya

2. Teori Asosiasi Edward L. Thorndike

Thorndike mengemukakan bahwa terjadinya asosiasi antara stimulus dan respon ini mengikuti hukum-hukum berikut:

  1. Hukum Kesiapan (law of readiness), hukum ini pada intinya menyatakan bahwa belajar akan berhasil apabila  peserta didik benar-benar telah siap untuk belajar.

Contoh:  Seorang ibu yang mengajari anaknya berbicara tentu saja si Ibu hanya boleh memberikan kata yang mudah-mudah saja seperti kata ibu, bapak, kakek, nenek, makan, dan minum.  Karena teori ini berpendapat jika seorang anak yang belum siap untuk mempelajari materi tersebut maka tidak akan ada hasilnya.

  1. Hukum latihan (law of exercises), yaitu apabila ikatan antara stimulus dan respon lebih sering terjadi, maka ikatan itu akan terbentuk semakin kuat.

Contoh: seorang murid jika diberi tugas dari gurunya akan cepat dipahami,akan tetapi susah untuk mengeluarkan pendatnya itu. Di karena ketika ucapannya salah maka dia akan malu mengulang kedua kalinya, tetapi dengan adanya latihan yang diberikan kepada gurunya murid ini akan percaya diri,bahwa segala sesuatu yang dilakukan bukan sepenuhnya salah.

  1. Hukum akibat (law oleh  suatu kepuasan of effect), yaitu apabila asosiasi          yangterbentuk antara stimulus dan respon diikuti maka asosiasi akan semakin meningkat

.Contoh: apabila seorang ibu mengajari anak sikat gigi sebelum tidur, seorang anak inipun kebiasaan mengikuti apa yang telah di ajarkan ibunya dan kebiasaan sikat gigi setiap malam tidak akan dilupakan oleh anak itu.

3.Teori Behaviorisme dari John  Broades Watson

Pada intinya teori behaviorisme ini memandang manusia sebagai produk lingkungan. Segala perilaku manusia sebagian besar  akibat pengaruh lingkungan sekitarnya. Lingkunganlah yang membentuk kepribadian manusia.

Contoh: jika seorang guru ingin melihat muridnya terampil dalam membuat taplak meja,mka guru harus membiasakan siswa satu persatu membawa bahan ke sekolahnya. Agar  hal tersebut dapat menjadi kebiasaan yang akan selalu dilakukan muridnya ketika  membuat talak meja disekolah.

4.Teori Kesegaran dari Edwin Guthrie

Penguatan sekadar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara,oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan reson bersifat lebih kuat dan menetap.

Contoh: jika seorang siswa diberi pertanyaan dan pertanyaan itu dijawab.tapi jawaban yang dibrikan belum tentu benar,maka guru harus memberikan stimulus-respon agar jawaban yang diberikan mudah dipahami,agar kedepannya nanti bisa menjawab pertanyaan dengan benar.

5.Burrhus Frederic Skinner (1904-1990)

Skinner menyatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan (reinforcement). Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus-respon akan semakin kuat bila diberi penguatan.

Contoh: berupa hadiah,apabila seorang anak ingin mendapatkan hadiah dari orang tuanya.anak ini harus berjanji akan mendapatkan nilai yang bagus atau dia harus mendapat rangking dalam kelasnya,maka anak inipun bersungguh-sungguh belajar untuk mendapatkan hadiah itu.

 

B.      Teori-teori Kognitif

1.      Teori Behaviorisme purposive dati Tolman

Teori behaviorisme purposive yang diperkenalkan oleh tolman mengajarkan bahwa apabila suatu rangsangan tertentu menimbulkan respons tertentu, maka kita lihat rangsangan itu dalam perspektif yang baru. Tolman  juga menekankan apabila kita ingin memahami perilaku seseorang dengan baik maka terlebih dahalu kita harus memahami tujuan yang ingin dicapai oleh orang tersebut.contohnya:apabila seorang anak yang ingin berbicara dengan gurunya memakai bahasa yang sopan, maka gurunya harus menguluarkan kata-kata yang sopan juga, agar muridnya bisa mengikuti apa yang disampaikan gurunya itu. Misalnya:

Guru: nak bisa ka kamu mengambilkan buku ibu yang berada di atas meja

Siswa:bisa bu,buku apa yang harus saya ambilkan bu???

2.      Teori Medan Gestalt Dari Wertheirmer

Teori Gestalt  berpendapat bahwa di samping pengalaman, perlu juga adanya kemampuan melihat hubungan-hubungan elemen-elemen  situasi, dan membentuk satu organisasi dari hubungan-hubungan ini. Misalnya hukum kesamaan atau persamaan dalam persepsi situasi rangsangan penuh menyatakan bahwa benda-benda yang sama (misalnya sama bentuk atau sama warnanya) cenderung membentuk atau berkelompok sebagai satu keluruhan. Contoh: apabila ali ingin bergabung di tim basket boby, ali harus diajari cara untuk menghindari lawan jika ingin merebut bola basket itu dari lawannya,agar ditim basket boby bisa berjalan lancar tanpa ada kesalahan dalam timnnya.

3.      Teori Medan dari Lewin

Teori medan bukan suatu system psikologi baru yang terbatas pada suatu isi yang khas: teori medan merupakan sekumpulan konsep dengan dimana seseorang dapat menggambarkan kenyataan psikologis. Cirri-ciri utama dari teori medan lewin dapat diringkaskan sebagai berikut: (1) tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada tingkah laku itu terjadi, (2) analisis mulai dengan situasi sebagai keseluruhan dari mana bagian-bagian kemponen dipisahkan.contoh:apabila seorang anak kecil ingin diberikan makanan kepada ibunya,dengan menyebutkan kata maaamm,anak kecil inipun langsung  berdiri dan merespon apa yang disampaikan ibunya dengan mengatakan mammaammam

4.      Teori Perkembangan Kognitif dari Piaget

Jean piaget (1896-1980) menekankan bahwa anak-anak membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri; informasi tidak sekadar dituangkan kedalam pikiran mereka dari lingkungan.piaget yakin bahwa anak-anak menyesuaikan pemikiran mereka untuk mencakup gagasan-gagasan baru, karena informasi tambahan memajukan pemahaman. Dalam pandangan piaget, proses yang mendasari perkembangan dunia individu ialah penyesuaian. Contoh:terjadi ketika seorang anak menggabungkan informasi yang telah baru kedalam pengetahuan mereka yang sudah ada,sehingga apa yang diketahui sebelumnya bisa menyesuaikan diri dengan informasi yang baru didapatnya itu.

5.       Teori Genetik dari Chomsky

Teori genetik  kognitif ini didasarkan pada satu hipotesis yang disebut hipotesis nurani. Menurut Chomsky keuniverselan linguistic ini dimiliki sejak lahir karena merupakan unsur atau struktur-struktur yang tidak terpisah dari manusia. Semuanya bisa diterangkan berdasarkan peranan organisasi intelek nurani. Masalah organisasi intelek nurani di dalam proses kognitif umumnya, dan di dalam memperoleh bahasa khususnya, merupakan perkembangan baru yang sangat penting terutama dalam psikolinguistik. . Oleh karena itu, dalam pembelajaran bahasa manusia memiliki proses perkembangan yang  sama dalam mempelajari bahasa baik  ataupun bahasa yang tidak baik yang kita miliki.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s