Analisis Percakapan dengan Menggunakan Teori-Teori Linguistik

Tugas ketiga

PSIKOLINGUISTIK

 

Nama             : Ruslan

NIM               : 105104076

Kelas              : C

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Analisis Percakapan dengan Menggunakan Teori-Teori Linguistik

Berikut ini, penulis menyajkan sebuah percakapan tentang pengurusan KRS antara Ali dan Abu, percakapn ini benar-benar terjadi, hanya nama pelaku percakapan yang diganti.

Pengurusan KRS

Ali        : Assalamualaikum.

Abu     : Waalaikumsalam.

Ali        : Mana Suradi?

Abu     : Mungkin ke rumahnya temannya.

Ali        : Emm…, bagaimana itu pengurusan KRS?

Abu     : Sudah dibayar?

Ali        : Oh, Sudah… sudah.

Abu     : Apanya mau ditanyakan?

Ali        : Mata kuliah semester ini belum bisakah program? Masih paket atau?

Abu     : Wallahu alam, kenapa tidak tanya ke jurusan?

Ali        : Soalnya anak bahasa Jerman sudah programmi. Kita belumpi? Sudah miki urus?

Abu     : Sudahmi saya. Ditentukan katanya, untuk anak bahasa Indonesia. Belumpi bisa diprogram.

Ali        : Oh, (lama berselang) kenapa na panas sekali ini rungan?

Abu     : Dulua saya nyalakan kipas angin.

….

Percakapan di atas akan penulis analisis dengan keempat teori linguistik yang terdapat dalam buku Mahmudah (2012:41—62), meliputi teori Ferdinan de Saussure, Leonard Bloomfield, Jonh Rupert Firth, dan Noam Chomsky.

  1. Teori Ferdinan de Saussure

Ferdinan de Saussure adalah seorang linguis Swiss yang juga sebagai Bapak linguistik modern.Dalam bukunya, Course de Linguistique Generale, Saussure mengemukakan beberapa konsep tentang lingusitik itu sendiri, yaitu telaah sinkronik dan diakronik, perbedaan langue dan parole, perbedaan signifiant dan signifie, dan hubungan sintagmatik dan paradigmatik (Chaer, 2007: 346).

De Saussure juga menyatakan bahwa perilaku bertutur adalah sebuah rangkaian hubungan antara dua orang atau lebih, seperti antara Ali dan Abu di atas. Jika Ali berbicara, Abu mendengarkan dan jika Abu berbicara Ali mendengarkan.

Berkaitan dengan bahasan di atas, dialog/pembicaraan selalu berkaitan dengan tiga konsep yang telah didikotomikan oleh Saussure, yaitu parole, langue, dan langage. Meskipun ketiganya sering diartikan sama saja sebagai ‘bahasa’, ketiganya sesungguhnya memiliki konsep yang berbeda.

Parole adalah bahasa yang konkret yang keluar dari mulut pembicara. Parole itu bisa didengar karena bersifat konkret. Semua pembicaraan dalam dialog di atas, antara Ali dan Abu adalah sesuatu yang dapat didengar, sifatnya konkret. Jadi bagian ini termasuk bagian parole.

Langue adalah bahasa tertentu sebagai satu sistem tertentu, seperti bahasa Inggris atau bahasa Jawa. Nah, langue ini bersifat abstrak karena hanya ada dalam otak penutur bahasa yang bersangkutan. Dialog di atas, menunjukkan penggunaan bahasa Indonesia ragam akrab, menggunakan kalimat-kalimat yang pendek, dan tidak diwujudkan dalam bentuk yang lengkap. Definisi ragam akrab itu sendiri, seperti yang dikemukakan oleh Joss dalam Nababan yang terdapat dalam Pengantar Linguistik karangan Patombongi (2010: 14) adalah ragam bahasa yang digunakan dalam situasi yang sangat akrab, seperti yang digunakan dalam interaksi keluarga atau yang dianggap seperti keluarga. Perwujudan ragam bahasanya dalam bentuk yang tidak lengkap dengan artikulasi yang jelas dan kalimat-kalimatnya juga pendek.

Langage adalah bahasa pada umumnya sebagai alat interaksi manusia.  Bahasa yang dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada binatang. Jika kembali dikaitkan dengan dialog di atas, bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia yang kedudukannya sebagai langue. Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Mandar adalah sama-sama dalam satu wadah yaitu langage.

2. Teori Laonard Bloomfield

Bloomfield semula adalah penganut paham mentalisme yang sejalan dengan teori psikologi Wundt, tetapi lambat laun ia menentang paham ini dan beralih pada aliran behaviorisme. Beliau menerangkan makna (semantik) dengan rumus-rumus behaviorisme. Nah, wacana di atas dapat pula dikaji menggunakan teori Bloomfield ini berdasarkan skema di bawah ini.

Ali        : Oh, ( lama berselang) kenapa na panas sekali ini rungan?

Abu     : Dulua saya nyalakan kipas angin.

S                                              r………………………………s                                             R

(1)                               (2)       (3)                               (4)       (5)                   (6)       (7)

Penjelasan:

(1)       Ali merasa ruangan sangat panas (S=stimulus).

(2)       Otak Ali bekerja mulai dari merasakan hawa panas hingga berkata kepada Abu.

(3)       Perilaku atau kegiatan Ali sewaktu berkata kepada Abu (r=respon).

(4)       Bunyi-bunyi atau suara yang dikeluarkan oleh Ali waktu berbicara kepada Abu (….)

(5)       Perilaku atau kegiatan Abu sewaktu mendengarkan bunyi-bunyi atau suara yang dikeluarkan Ali (s=stimulus)

(6)       Otak Abu bekerja, mulai dari mendengar bunyi suara Ali sampai bertindak.

(7)       Abu bertindak, mendekati kipas angin dan memencet tombolnya (R=respon).

Jika nomor tindakan di atas dinalisis, nomor (3), (4), dan (5) yaitu (r s) adalah lambang atau perilaku berbahasa yang dapat diobservasi secara fisiologis; sedangkan yang dapat diamati secara fisik hanyalah nomor (4). Nah, dari sini, terlihat bahwa yang menjadi objek kajian lingusitik menurut mazhab Bloomfield adalah perilaku berbahasa (r s) dan hubungannya dengan makna (S………….R).

3. Teori Jonh Rupert Firth

Firth adalah seorang linguis Inggris yang mendirikan sekolah linguistik deskriptif di London pada tahun 1944. Firth menyatakan bahwa struktur  bahasa terdiri atas lima tingkatan, yaitu fonetik, leksikon, morfologi, sintaksis, dan semantik. Namun, Firth hanya memusatkanpehatian pada tingkatan fonetik dan semantik. Selanjutnya, menurut Firth, arti atau maknaadalah hubungan antara satu unsur pada satu tingkatan dengan konteks unsur itu pada tingkatan yang sama. Sehingga, arti tiap kaimat terdiri dari lima dimensi berikut.

Ali        : Mana Suradi?                       Dalam bentuk lengkap: Kemana  Suradi?

Abu     : Mungkin ke rumahnya temannya.      : Mungkin ke rumah temannya.

Kalimat di atas akan dianalisis berdasarkan teori Jonh Rupert Firth

  1. Hubungan tiap fonem dalam konteks fonetiknya (hubungan fonem satu sama lain dalam kata).

Pada tingkatan ini, diteliti hubungan tiap fonem. Jadi, apa hubungan antara fonem k dengan fonem e? arti apa yang dibentuk? Jika fonem k dan fonem e digabung, dan dilihat berdasarkan kaidah bahasa Indonesia, makna yang terbentuk bisa jadi bermanka ‘tempat tujuan’dan  ‘gerak atau bergerak’. Kata Ke dikenal sebagai jenik kata depar/preposisi (Lihat Chaer, 2006: 130—131).

2. Hubungan kata-kata satu sama lain dalam kalimat.

Berkaitan dengan definisi arti yang dikemukakan oleh Firth di atas maka kata  ke dalam bahasa Indonesia. Pada tingkatan fonetik masih meragukan sebab bentuk ini  memiliki ganda. Untuk itu, agar jelas arti yang dikandung suatu ujaran, kata-kata itu perlu dihubungkan: kata ke dihubungka dengan kata mana; ke mana berarti menyatakan tempat tujuan.

3.  Hubungan morfem pada satu kata dengan morfem yang sama pada kata lain, dan hubungannya dengan kata itu. Untuk itu perhatikan potongan percakapan berikut ini!

Abu           : Sudah dibayar?

Ali  : Oh, Sudah… sudah.

Abu           : Apanya mau ditanyakan?

Dalam potongan percakapan di atas, terdapat morfem di pada kata dibayar dan pada kata ditanyakan. Kedua morfem di ini menyatakan makna yang sama, yaitu bermakna pasif/membentuk kata kerja pasif.

4. Jenis kalimat dan bagaimana kalimat itu digolongkan.

Kembali dikutip contoh di atas.

Ali  : Mana Suradi?

Abu           : Mungkin ke rumahnya temannya.

Kalimat yang diungkapkan oleh Ali adalah kalimat tunggal, lengkap,  introgatif, nonverbal, dan terikat. Kalimat yang duingkapakan oleh Abu adalah jenis kalimat tunggal, lengkap,  deklaratif, verbal, dan terikat (lihat Dola, 2010: 78—90).

5.  Hubungan kalimat dengan konteks situasi.

Kiranya untuk penyataan Bloomfield yang terakhir ini, penuils masih mengutip kalimat di atas. Berkaitan dengan konteks situasi, kalimat itu—ujaran Ali—muncul kerana melihat ruang yang sepi, hanya Abu yang dijumpai oleh Ali, sedangkan Suradi yang bisaanya juga ada, ternyata tidak di situ.

Ali  : Mana Suradi?

Abu           : Mungkin ke rumahnya temannya.

Ali bertanya pada Abu “Mana Suradi”. Abu pun menjawab “Mungkin ke rumah temannya”. Abu sudah beranggapan kuat bahwa jika Suradi tidak ada di tempat itu, kemungkinan besar ia pergi ke rumah temannya.

  1. Teori Noam Chomsky

Chomsky adalah linguis Amerika yang telah membuat sejarah baru dalam psikolinguistik dngan teori tata bahasa generative transformatifnya. Beliau menganggap bahwa teori linguistik itu bersifat mental karena mencoba menemukan satu realitas mental yang menyokongperilaku bahasa yang sebenarnya terjadi. Selanjutnya, Chomsky memberikan empat poin dalam perkembangan teori linguistik dan psikologi yang perlu diperhatikan. Berikut uraiannya.

  1. Aspek kreatif penggunaan bahasa.

Maksudnya adalah bericiri perilaku linguistic yang biasa, bebas dari rangsangan, bersiat mencipta, dan inovatif. Ciri ini terdapat pada kalimat  pertama dialog tersebut.

Ali  : Assalamu alaikum.

  1. Keabstrakan lambang-lambang linguistik.

Maksudnya adalah  rumus-rumus atau kaidah-kaidah yang menentukan bentuk-bentuk kalimat dan penafsiran artinya yang rumit bukan merupakan sesuatu yang konkret melainkan merupakan sesuatu yang abstrak.Hal ini memang benar karena pada kenayataannya lambang-lambang bahasa itu tidak memilki hubungan langsung  dengan yang dilambangkannya, sifatnya hanya arbitrer/mana suka. Dalam dialog di atas lambing-lambang digunakan semuanya bersifat abstrak.

  1. Keuniversalan struktur dasar linguistik.

Maksudnya adalah adanya prinsip-prinsip dasar yang mendasari  yang mendasari tata bahasa generative transformasi ini; tidak dapat diperoleh melalui pengalaman dan pelatihan. Menurutnya, keuniversalan linguistic ini diperoleh manusia sejak lahir karena merupakan unsur  yang tidak terpisahkan dari manusia.

Ali  : Assalamu alaikum.

Contoh kalimat di atas menunjukkan, struktur yang universal. Kalimat yang sejenis digunakan orang ketika bertemu. Misanya dengan mengucapkan selamat pagi,selamat siang, dan sebagainya.

  1. Peranan organisasi intelek nurani dalam proses kognitif.

Prinsip-prinsip dasar organisasi linguistic adalah keuniversalan linguistic yang oleh Chomsky disebut tata bahasa universal.  Dalam teori ini juga, beliau membedakan adanya struktur dalam dan struktur luar bahasa.

Ali  : Mana Suradi?

Abu           : Sudah dibayar?

Kedua kalmat di atas bersruktur lahir sama yaitu berupa kalimat Tanya, tetapi struktur batiinya berbeda, yaitu Ali menggunakan kata Tanya mana/ke mana sedangkan Abu tidak.

Daftar Pustaka

 

Chaer, Abdul. 2006.  Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia.  Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta

Dola, Abdullah. 2010. Tataran Sintaksis dalam Gramatika Bahasa Indonesia. Makassar: Badan Penerbit UNM.

Mahmudah. 2012. Psikolinguistik: Kajian Teoretik. Makassar: Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar.

Patombongi, Andi Wardihan. 2010. Pengantar Linguistik. Makassar: Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s