Nency Angelya Pundising 105104083

PENERAPAN TEORI STIMULUS RESPON DAN TEORI KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA
• Teori Stimulus Respon
1. Ivan Petrivich Pavlov
Metode Pavlov ini sangat cocok untuk perolehan kemampuan yang membuthkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti : Kecepatan, spontanitas, kelenturan, reflek, daya tahan dan sebagainya, contohnya: percakapan bahasa asing, mengetik, menari, menggunakan komputer, berenang, olahraga dan sebagainya. Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominansi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian.
Penerapan teori belajar Pavlov yang salah dalam suatu situasi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai central, bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah, guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid. Murid dipandang pasif, perlu motivasi dari luar, dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif.
2. Edward L. Thorndike
Pada pembelajaran menulis, siswa diminta menuliskan kegiatan yang dilakukannya pada saat liburan. Walaupun siswa menuliskan pengalamannya dengan tidak sistematis dan slah, namun guru mengarahkan agar siswa dapat mengulang-ulangi pekerjaanya hingga baik dan benar. Kemudian hasil pekerjaan yang baik dan benar yang dibuat oleh siswa tersebut diberi pujian oleh gurunya dan diberi nilai yang baik pula.

3. John Broades Watson
Seorang guru mewajibkan siswanya untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar saat proses belajar mengajar saat proses belajar mengajar berlangsung. Sehingga siswa dengan secara bertahap juga akan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
4. Edwin Guthrie
Seorang siswa yang sering menambahkan fonem ‘ng’ pada hampir setiap tuturannya yang menggunakan akhiran ‘n’ dalam proses belajar siswa tersebut mendapat teguran oleh gurunya kemudian gurunya memberikan hukuman berupa harus berlatih menggeluarkan tuturan tanpa menggunakan fonem ’ng’ secara berulang-ulang pada saat itu. Sampai siswa tersebut benar-benar mampu mengeluarkan tuturan tanpa diikuti tambahan fonem ‘ng’.
5. Burrhus Frederic Skinner
Dalam teori ini, siswa diberikan tugas, ketika siswa dapat menjawabnya dengan benar maka siswa diberikan penghargaan berupa tepuk tangan atau nilai yang sesuai dengan pekerjaannya sehingga membuat siswa itu termotivasi untuk mengerjakan tugas yang berikutnya. Bagi siswa yang tidak menjawab benar maka guru dapat menjelaskannya dan memberikan pengulangan kembali kapada siswa tersebut.
• Teori Kognitif
1. Teori Behaviorisme Purposif oleh Tolman
Kaitan dengan teori ini yaitu saat kita masih duduk dibangku SD atau SMP, kita hanya duduk, diam dan mendengar penjalasan yang diberikan guru kepada kita dan diajarkan untuk bersikap sopan kapada guru. Sebaliknya, ketika kita berhdapan dengan dosen atau guru besar diperguruan tinggi. Maka dosen atau guru besar akan marah karena kita masih dianggap sebagai kanak-kanak. Kita dituntut untuk lebih terbuka dan banyak bicara.
2. Teori Medan Gestalt dari Wertheimer
Ketika masih berusia lima tahunan, anak-anak masih belajar berbicara. Dalam usahanya itu, apa yang diucapkannya tidak sesuai dengan lafal sebenarnya, namun kita sebagai orang dewasa tetap mengerti apa maksud dari ucapan anak tersebut.
3. Teori Medan oleh Lewin
Dalam pembelajaran bahasa seorang anak, ia akan mempelajari bahasa temannya yang berasal dari daerah asal yang berbeda dengannya. Namun, bahasa ibunya tetap digunakan ketika berada dalam lingkungan keluarganya.
4. Teori Pengembangan Kognitif oleh Piaget
Ketika seorang anak menggabungkan informasi yang telah baru kedalam pengetahuan mereka yang sudah ada, sehingga apa yang diketahui sebelumnya bisa menyesuaikan diri dengan informasi yang baru didapatnya itu.
5. Teori Genetik dari Chomsky
Penerapannya yaitu mengenalkan secara dini bahasa meski dalam taraf yang sederhana, dengan mendengarkannya sebuah lagu anak-anak yang ceria atau menyebutkan nama-nama sebuah benda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s